Selasa, 15 September 2009

Kajian Pustaka

Berikut ini adalah beberapa data-data yang dapat mendukung Karya Ilmiah Remaja ini.

a. BASA

Definisi umum dari basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air.Basa adalah lawan (dual) dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Kostikmerupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat. jadi kita menggunakan nama kostik soda untuk natrium hidroksida (NaOH) dan kostik postas untuk kalium hidroksida (KOH). Basa dapat dibagi menjadi basa kuat danbasa lemah. Kekuatan basa sangat tergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut.


Sifat-sifat Basa

  1. Kaustik
  2. Rasanya pahit
  3. Licin seperti sabun
  4. Nilai pH lebih dari sabun
  5. Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
  6. Dapat menghantarkan arus listrik


Reaksi: Kalsium Hidroksida + Asam Sulfat ————> Kalsium Sulfat + Air

    Ca(OH)2 (aq)   + H2SO4 ————> CaSO4(aq) + 2H2O (l)
[http://id.wikipedia.org/wiki/Basa]

b. ASAM

Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasanganelektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki mobil). Asam umumnya berasa masam; walaupun demikian, mencicipi rasa asam, terutama asam pekat, dapat berbahaya dan tidak dianjurkan.


Sifat-sifat

Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:

  • Rasa: masam ketika dilarutkan dalam air.
  • Sentuhan: asam terasa menyengat bila disentuh, terutama bila asamnya asam kuat.
  • Kereaktifan: asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam.
  • Hantaran listrik: asam, walaupun tidak selalu ionik, merupakan elektrolit.

[sunting]Sifat kimia

Dalam air, reaksi kesetimbangan berikut terjadi antara suatu asam (HA) dan air, yang berperan sebagai basa,

HA + H2O ↔ A- + H3O+

Tetapan asam adalah tetapan kesetimbangan untuk reaksi HA dengan air:

K_a = \frac{[\mbox{H}_{3}\mbox{O}^+][ \mbox{A}^-]}{[\mbox{HA}]}

Asam kuat mempunyai nilai Ka yang besar (yaitu, kesetimbangan reaksi berada jauh di kanan, terdapat banyak H3O+; hampir seluruh asam terurai). Misalnya, nilai Ka untuk asam klorida (HCl) adalah 107.

Asam lemah mempunyai nilai Ka yang kecil (yaitu, sejumlah cukup banyak HA dan A- terdapat bersama-sama dalam larutan; sejumlah kecil H3O+ ada dalam larutan; asam hanya terurai sebagian). Misalnya, nilai Ka untuk asam asetat adalah 1,8 × 10-5.

Asam kuat mencakup asam halida - HCl, HBr, dan HI. (Tetapi, asam fluorida, HF, relatif lemah.) Asam-asam okso, yang umumnya mengandung atom pusat ber-bilangan oksidasi tinggi yang dikelilingi oksigen, juga cukup kuat; mencakup HNO3, H2SO4, dan HClO4. Kebanyakan asam organik merupakan asam lemah.

Larutan asam lemah dan garam dari basa konjugatnya membentuk larutan penyangga.

[http://id.wikipedia.org/wiki/Asam]


c. pH

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitasion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.[1]

Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Søren Peder Lauritz Sørensen pada tahun 1909. Tidaklah diketahui singkatan apakah "p" pada kata "pH". Beberapa referensi mensugestikan bahwa p berasal dari “Power”[2] (daya), yang lainnya merujuk pada bahasa Jerman “Potenz” (yang juga berarti daya dalam Bahasa Jerman)[3], ada pula yang merujuk pada kata "potential". Jens Norby mempublikasikan sebuah karya ilmiah pada tahun 2000 yang berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti "logaritma negatif”[4].

Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25°C mendekati 7,0. Larutan dengan pH lebih kecil dari 7 dikatakan bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih besar daripada 7 dikatakan bersifat basa atau alkalin. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang medis, biologi, kimia, ilmu makanan, oseanografi, dan bidang-bidang lainnya.

[http://id.wikipedia.org/wiki/PH]


Sabtu, 15 Agustus 2009

JUdul" Kir...

Hai semuaaa!!
FYuuuhh,,, setelah berkeliling" dunia..
akhirnya ketemu judul juga..

de First! pertama idenya pake mieTeLo (Mi dari telo)
tapi nggak jadi..
ya sudah.. CANCEL..

de Sekond,! M3ngUkur Ph air In the Malang!
waw!! do'akan berhasil ya!!
jadi judulnya adalaaaahh,,,,

"MENGUKUR PH AIR DI KOTA MALANG"

MMm... bagaimana menurut anda??

Sabtu, 18 Juli 2009

Assalamu'alaikum.. :D

Assalamu'alaikum semuaa.!
Ini adalah blog KIR kelompok 1 kelas 9C in MTsN Malang 1!!

Pembuatan blog : 17 Juli 2009M
Pembuat : Inas Basymeleh
Anggota kelompok ini :
~ Agnies Charity (01) [calon ibu haji *amiin..*, suka gambar n bc komik]
~ Inas Basymeleh (13) [orang yg ngaku2 ustadzah! *amiinn..*]
~ Sitti Awalia (26) [orang yg ska baca komik!! ckckckkk... maniak]
Guru KIR : Bpk. Umar Giono

Semoga kelak blog ini bermanfaat.. ^_^